Malaysia : Batam – Singapore – Ipoh

Back to trip!!

Setelah 3bulan ter-postpone akhirnya berangkat juga ke Ipoh, maklum sama orang sangat sibuk di Ipoh itu hehehe. Baiklah mari kita mulai perjalanan ini. Sekitar pukul 5 sore berangkat ke Sg ini itu akhirnya sampai juga di Beach Road tempat bus2 yang mau ke Malaysia itu ngetem. Di Sg ada beberapa tempat bus pool untuk ke Malaysia, yaitu di Beach road, dari Boonlay bus station (khusus yang jarak jauh) sama di Arab Street yg khusus untuk ke Johor dan beberapa kota di sekitar Johor. Nah.. bis ke Ipoh ini cuma ada 2x sehari yaitu jam 10 pagi sama jam 10 malam waktu setempat serta ada beberapa perusahaan bus yang jalanin bis ini, disarankan kalo bisa jgn go-show beli tiketnya soalnya orang Sg suka kiasu, bisa2 itu bis udah penuh walaupun yg tujuan sama banyak (learning by doing dari kejadian yang sempat nunggu 3 jam buat dapat bis berikutnya). Dan perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 6-7 jam sajah. Setelah melewati checkpoint di Tuas lanjut di Johor, perjalanan selama 2 jam diisi dengan tidur sampai di bis stop buat istirahat dan kembali melanjutkan 4 jam perjalanan non-stop , eh ada dink berhenti di tempat istirahat sekali buat yang mau ke toilet. Jam 5 pagi hujan lebat sampailah di pool bis Sri Maju yang di Jalan Bendahara. Di Ipoh sendiri ada beberapa pool bus serta bus station yaitu Amanjaya. Yang ditunggu akhirnya datang juga setelah 2 jam menunggu hehehe..

Setelah makan pagi plus minum kopi, nah kalo yang minum kopi harus dicoba soalnya Ipoh emang terkenal sama White Coffee-nya, trus balik ke hotel dan istirahat sebentar, lalu perjalanan dilanjutkan lagi. Tapi eh tapi, kirakan mau ke Cave Tempurung, yag ada ngetem di rumah si tante sampai 6 jam sajah. Kata orang sana, bagusan parkiran area Cave Tempurung-nya ketimbang cave-nya sendiri (apa  maksudnya??). Untuk menyenangkan hati tamu, akhirnya diajak makan malam ke daerah Lumut, jarak kira2 1 jam perjalanan dengan asumsi 80km/h.. jauh emang !! Melewati dearah Batu Gajah dan Petronas University, hutan2 sawit dan perkampungan yang sepi namun jalan mulus memanjang sepanjang perjalan itu.

Continue reading →

Europe Trip : Frankfurt – Singapore

akhirnya kami sampai di kota terakhir perjalanan 3 minggu di Eropa. Setelah bobok2 ayam di bis ditambah mas ganteng (baca: pramugara di bis) yang gak bisa bahasa Inggris itu plengok2 ngasih tau kami kalo udah sampai Frankfurt, akhirnya kami turun juga di pelataran stasiun kereta aka Haufbahnhof. Pagi itu suasana stasiun udah cukup rame, berkeliaran orang2 ber-jas dan beberapa mas bro polisi (heheheh..) dan untungnya beberapa stall makanan udah buka. Setelah ngiter2 keliling stasiun sembari gotong2 koper itu, akhirnya makan makanan laut yang lumayan murah juga lah untuk ukuran sebanyak itu. Dan penyakit temen , udah diisi ulang perutnya , yang lama harus dibuang..itu toilet pake bayar 1euro (itungannya 50c buat toiletnya plus ada voucer 50c buat apa gitu). Baiklah setelah acara setor-menyetor itu, lanjut perjalanan ke hotel.

Continue reading →

Europe Trip : Krakow

Perjalanan jauh nan lama dengan sleeping couch train cukup melelah. fyi, sleeping couch ini lebih sesak dari kamar mandi yang ada bath tub nya hahahhah.. kami be-3 harus tidur susun tiga ke atas, dan saya sebagai yang kecil kebagian tidur paling atas, koper di-pepet dan berjejer di sisa ruangan yang ada, ditemukan basin buat cuci muka di tiap kamar sepertinya plus ada croissant sama handuk kecil buat cuci muka (dan kami baru sadar waktu mau turun). Jam menunjukkan pukul 6 pagi (yang bener-bener pagi untuk ukuran sana) masih gelap dan pasti dingin. Sekali lagi dihadapkan dengan TIDAK ADA-nya tangga jalan, olahraga pagi buta dalam kondisi lapar dan kedinginan dan ngantuk, hooaammm…baiklah mari kita panjat saja tangga-tangga itu. Dan jangan berharap berjumpa dengan stasiun kereta yang bagus lagi, tapi bisa dikatakan klasik lah Kraków Główny ini. Bangunan stasiun cukup besar dan arsitektur kota lama, keluar dari bangunan itu kita dihadapkan dengan lapangan cukup besar, ada kantor pos pusat (sepertinya), hotel dan Galeria mall heheheh… Tempatnya memang di pusat kota, karena persimpangan di depan sebagai tempat pertukaran bis maupun tram. Setelah menyadarkan diri dengan membagikan croissant dingin kami ke burung yang nyari sarapan, dan kami salah keluar pintu (harusnya ke yang arah satu laginya) serta malas mau gotong koper lewat tangga lagi, akhirnya kami mengambil jalan memutar (dan cukup lumayanlah). Setelah pake sedikit sesat dan keringatan (dingin nya gak ngaruh jugak soalnya pake coat kan) serta harus nunggu sekitar 1 jam-an sampai pintu kantor apartment-nya buka (duduk di halte depan pintu) dan mampir ke supermarket kodok (gak tau namanya 😛 ) akhirnya pintunya buka juga. Kami menginap di Apt chain Noble, posisi dekat stasiun kereta dan bis, murah pulak. Setelah check-in dan (kesekian kalinya) mengotong koper ke lantai 4 secara manual (baca : gak ada lift!) akhirnya perjuangan menunggu dari jam 6 sampai jam 9 pagi itu terbayar dengan tidur selama 3 jam lagi.

Continue reading →

Europe Trip : Vienna

Perjalanan ke Vienna dari Bratislava cukup dekat hanya sekitar 45 menit menggunakan kereta, dan yups… we back to big city! Stasiun kereta yang di Viena lagi renov pada saat kami datang, mereka lagi persiapan untuk menyambut Olimpiade kalo gak salah ( Bahnhof Wien-Meidling nama stasiun nya kl mau dan/atau  ke Bratisalava).  Saat nya menuju hotel, ini agak dilemma sedikit soalnya mau jalan tanggung tp pake trem koq ya mahal. akhirnya diputusin pake trem.. dan kami naik trem yang salah hahahahahahahhahahaha..malah nyasar ke kota, tapi jadi tau dimana shopping centre dan downtown nya. akhirnya pake trem yg sama tp ke arah sebaliknya. Lokasi hotel hanya sekitar sekilo dr stasiun tp karena koper “gajah” itu memaksa kami malas menggotongnya kesana-kemari. Pilihan hotel yang tepat soalnya di seberang jalan ada pasar lokal untuk neighbourhood situ dan jam 8 malam itu udah pada tutup semua kecuali bar dan McD. Ternyata hotel kami banyak orang Indo-nya (emang kl di kota2 besar Eropah orang sekampung kita dimerata-rata tempat).  Sore ini kami memutuskan jalan2 disekitar area hotel, pemetaan toko dan tempat makan, lumayan juga untuk ukuran neighbourhood yang gak jauh dari kota, tapi cukup lengkap.

Continue reading →

Europe Trip : Bratislava

Bratislava,

mungkin agak asing di telinga orang2 Indo, bisa dikatakan out of list dari daftar kota yang mau dikunjungi kalo ke Eropa. Setelah perjalanan panjang dari Llubjana ke sini, ternyata lumayan terbayar, karena agak shock liat kondisi kota hahaha.. bukan merendahkan, tapi memang bener2 timpang. Baiklah.. mari kita mulai perjalanan menuju hotel. Terus terang ini gak mudah, karena data2 dan info mengenai Bratislava emang minim banget. Kita ber-3 mikir mau pakai taxi apa bis ya?? ya namanya juga koper-kers (beda tipis sama backpakcers) akhirnya memutuskan pake bis. Ini gimana cara beli tiketnya hahahah… rupanya ada konter yang gak mirip konter karcis, dan ternyata harus ganti bis menuju hotel dan itu perjuangan bro!! Kita turun di pusat kota, di depan kantor Gubernur-nya, sebuah bangunan tua yang cukup megah diantara bangunan2 tua lainnya disekitaran pusat kota. Diperempetan jalan.. ini gimana nyebrangnya?? bener2 gak ada tanda2 kalau harus underpass!!  Sotoy kemana2.. udah la bawa koper segede gaban, dan bukan perkara mudah nyari orang yang ngerti English!  Dan ini underpass kenapa gak ada escalator-nya aarrrggghhhhh (nangis darah menjadi2!!). Tipical jalanan Eropa biasanya pakai batu yang disusun gitu, semakin berat beban menarik koper, bener2 olahraga ini. Kami dihadapkan dengan masalah lagi buat beli tiket bis dan (kembali bingung) pake bis yang mana karena info dari si bapak yang ngasih info tadi agak susah dimengerti. Mesin tix nya kecil banget dan emang ngatongi receh. Dari Grassalkovich Palace aka rumah resmi kePresidenan ke lokasi hotel gak terlalu jauh sebenarnya tapi karena jalan menanjak mending pake bis deh, modal 70cent. Penderitaan berlanjut, itu bis mirip metromini yang dikasih pendingin hahahah… ampun2 deh emang ini mau ke hotel, masya allah. Kondisi bis yang penuh sesak dan kami ber-3 yang udahlah gede plus bawa “gajah” harus ikutan berjibaku, plus supirnya gelo!! Kondisi jalan yang menanjak dan lalu lintas yang ramai, supirya malah agak ngebut walhasil tiba2 dia ngerem mendadak, dan aku hampir dudukin orang yang duduk plus ketimpuk koper, alamak hahahahhaha… what a journey!!

Continue reading →

Europe Trip : Innsbruck – Bled and goes to Bratislava

Huuaaa.. sampai di TKP jam 6 subuh dalam keadaan setengah sadar (pake kereta biasa bukan yg sleep train) jadi badan rada “patah2” gimana gitu, begitu keluar kereta… apaan ini koq kabut semua, langsung foto2 lah hehehe .. emang narcis gak kenal waktu dan tempat, secara jarang2 liat kabut, kl liat asap (yg dijatahin tiap tahun) sering lahh di kampung. Turun di stasiun kecil kota Bled, masalah berikutnya gimana caranya ke hotel pake bis, secara pagi buta ini masih belum  ada tanda2 kehidupan, alhamdulillah ada petugas stasiun yg baru datang. Naek bus ke hotel (fyi, di negara ini bis-nya pake daerah tujuan ya bukan no bus) dan lumayan jauh juga ke hotel tujuan tapi terbayar dengan pemandangan (agak kabut) sepanjang jalan.

Continue reading →

Europe Trip : Zurich – Innsbruck

Time to packing! gak berasa 4 hari di Swiss harus berakhir, paling gak (sedikit) puas makan Preztel hahaha, i love this!! Pagi2 buta agak berujan keluar dari hotel ke stasiun kereta di Winterthur , ngejar kereta jam 8.10 dr Zurich ke Inssbruck. Pake lari2 dikit yg biar bisa mampir ke kios Preztel hehehhe…

Dan perjalanan sekitar 4 jam dimulai, dan kita kebagian 1 penumpang LAKI yg duduk disebelah akyu hehehe.. lumayan lah perjalanan 4 jam jd gak garink soalnya bisa ngomentarin dia, dasar wanita2. PEmandangan semakin bagus ketika mulai menjauh dr kota, disuguhin dengan puncak gunung yang ditutupin es abadi, beberapa sungai dengan airnya yg jernih dan perumahan2 pedesaan yang emang apik!. Akhirnya kita sampai juga teman2, welcome to Innsbruck.

Continue reading →

Europe Trip : Zurich – Vaduz

Akhirnya punya waktu buat nulis lagi setelah “gak punya waktu” sekian lama bahkan trip ke Aussie pun tak sempat di”ketik” di blog. Lebih baik telat daripada tidak sama sekali, insha allah bermanfaat buat siapapun yg hobi dan atau mau traveling ke Eropa dgn dana yg seadaanya ^_^

Perjalanan kali ini di-arrange cukup cepat dan memakan waktu yg mepet banget, semepet bangku 5-7 angkot2 gitu. Dalam waktu sebulan harus ngrusi dokument cuti, bank, visa, hotel dan itinerary perjalanan, belum lagi musti ke Jakarta langsung buat apply visa ke Kedutaan Switzerland (ceritanya masuk dan paling lama tinggal di Swiss) dan cukup 3 hari saja buat ngedapetin Schengen visa itu.

Continue reading →

Wanita dan Sajadahnya

tak terasa Ramadhan tahun ini segera usai, tinggal 10 hari terakhir. cepat sekali waktu berlalu..
dan seperti Ramadhan sebelumnya, ikutan tour de masjids juga donk, seperti pejabat2 gitu walaupun sekitaran rumah aja
(kecuali ada undangan khusus dr pak boss yg suruh gantiin beliau #deritagw)

dari beberapa masjid ataupun mushola yg dikunjungin, ada beberapa hal yg mungkin juga ditemukan di seluruh masjid atau mushola lain, mulai dari anak2 yg seliweran maen sana-sini, ketawa2 pada gak sholat, sampai ada yg maen petasan pas lagi taraweeh, untung aja pak imam gak jantungan, kl gak kan bisa berabe hehehhe…

Continue reading →

perlu demo jugakah saia?

well..
sepertinya ini demo terparah sepanjang perjalanan industri di batam
dengan permohonan kenaikan umk sampai 300ribu lebih cukup membuat pusing semua sektor
bukannya di batam semua2 emang mahal, untung saja parkir belum naik seperti di kota besar lainnya, tapi seperti nya segera naik juga

tapi..
kalo saia minta naik gaji, apa bisa boleh?
gak minta banyak .. cuma 50ribu saja setahun, tapi tiap tahun juga naik
seperti rekan2 yg kerja di industri
pake demo juga gak ya? ngumpulin orang2 yang pengen naik gaji juga
padahal gaji saia masih dibawah mereka
dengan catatan itu termasuk Pph, lembur gak dibayar, belum lagi prestise yang kadang “suka tak suka” tertarik kedalam lingkungan itu

dilema pembahasan pendapatan ya begini
gak pernah habis2an kl dibahas
semoga saja tidak pake sakit
yang katanya “sakit bukan untuk orang susah”