gak kerasa udah 25 tahun tinggal di Batam, mulai dari hutan kayu sampai jadi hutan beton.
tinggal di ujung pulau yang dulu justru menjadi daerah pusat pemerintahan tapi kini berangsur-angsur berubah menjadi daerah perumahaan
namun termasuk hitungan menjadi daerah perumahan elit, yap.. mana lagi kalau bukan Sekupang tepatnya Sei Harapan.
masih ingat (meski samar-samar) tinggal di Sekupang dan orang tua kerja di Batu Ampar. Ukuran sekarang itu bukan jarak tempuh yang jauh tapi dulu
jangan ditanya… seperti mau pergi perang, peralatan tempur musti lengkap, perjalanan yang di tempuh hampir 2jam itu harus melewati satu-satunya jalan
dan itu adalah Sei Ladi (tempat sejarah banget jembatan itu). Trus apa naik taksi?? mana ada… Truk, itu jawabannya! tapi seiring waktu dan kebaikan dari
PT.Persero akhirnya “kita” punya bis ^_^ yang jalurnya Sekupang-Batu Ampar pada pagi hari dan sore hari.
Dengan jalan utama yang alhamdulillah udah diaspal (thanks to Mr.Habibie) yang lalu-lalang cuma truk dan beberapa mobil, motor juga masih termasuk barang langka
saking sedikitnya penduduk (kata si ibu nih) kalau kendaran rusak trus di tinggalin dijalan, orang-orang pada tau itu kepunyaan siapa
wuih.. kompak banget, dan itu terbukti karena kalau termasuk orang-orang lama pasti pasti pada kenal satu-sama-lain sampai sekarang (ortu gaul juga neh)
kalau kebagian ada kerjaan repot, alamat dititiplah ke rumah tante yang tinggal di Tiban,yang artinya Tiban tepatnya perumahan Tiban BTN itu temasuk kompleks jaman bahelak
dan seperti yang di ceritain diawal, kalo dulu itu dari jalan raya (jl.Gajah Mada) masuk ke kompleks itu kiri-kanan kebun sayur dan masuk ke dalam itu jalan tanah
yang kalau hujan becek. Anak-anak SD 002 Tiban itu dulu naik truk juga ^_^ tapi senang!!!
Waktu berlalu gak kerasa udah SD (tahun 90an awal), dan kenapa namanya Pasar Jodoh?? karena itu dulu satu dan satu-satunya pasar besar di Batam dan karena itu mungkin namanya
Pasar Jodoh karena itu menjadi tempat berinteraksi satu-satunya (segitunya, hehhehehhe..) plus Nagoya (kalo itu gak tau asalnya dari mana namanya). Ya pasti ada perubahan,
yang dulunya Nagoya-Jodoh harus memutar jalan nya, sekarang udah ada jalan pintas (baca: jalan depan Melia) jadi udah gampang kalau kemana-mana, dekat.
Nah kalau urusan transportasi udah ikut kemajuan jaman juga, udah lumayan banyak kendaraan dan BIS, hehhehe.. murah soalnya. Waktu SMP yang kebetulan sekolah di Seraya,
jalur Sekupang-Seraya masih tetap jauh dan susah kalau mau pulang ke rumah, dan kenapa bis.. soalnya kadang harus ke kantor ortu (yang masih di Batu Ampar) dan pulang naik bis.
Batu Ampar-Sekupang cuman Rp 1.200 ber-2 yang dibandingkan dengan taksi bisa kena Rp 5000 (jaman 95 udah mahal karena harus 2x ganti taksi). Senang-senang aja naik bis..
every moments in my childhood is full with smile..because not all my friends would had this wonderful journey as child.
hari minggu tiba, saat nya maen sepeda, cihuy… destination : kolam keramat Sekupang. Lumayan juga nge-genjot sepeda hampir 5km sekali jalan belum kalau di kejar anjing.
Dulu di depan kolam keramat itu ada perumahan barak, yaitu mess-nya pegawai (lagi-lagi cerita si ibu yang notabene pernah jadi penghuni mess itu) karena hampir semua kantor
baik Pemreintah maupun OB ada di Sekkupang. Mau mancing tinggal pilih, mau ke laut apa kolam keramat, trus disamping Kolam keramat ada bukit yang juga keramat karena ada beberapa
kuburan yang pada hari-hari tertentu ada orang-orang yang datang minta wangsit trus ninggalin makanan atau ayam/kambing, begitu orang nya pulang, yang tinggal langsung sikat!!!
hahhahahhaha….. tapi pernah kejadian, ternyata yang keluar anjing, anak-anak langsung pada kabur… hhahahahhahaha…..
apalagi kalau pas ada acara Jalan Santai, gedung paling bersejarah “Gedung Beringin” yang kini mulai terlupakan. Orang-orang se-Batam pada ngumpul buat ikutan, yang hadiahnya
gak maju-maju juga dari jaman dulu sampai sekarang
tapi tetap semangat, rute : Gd.Beringin-Kawasan Industri Sekupang-Gd.Beringin. itu udah keren banget, belum lagi pas di daerah
kawasan ngeliat laut Sekupang, priceless!
Sayangnya, tempat main masa kecil ini mulai terlupakan bahkan telah hilang.
Gedung Beringin yang dulu merupakan gedung yang megah sekarang mungkin banyak yang tak tahu.
Kolam Keramat cuma menjadi tempat cuci taksi-taksi bahkan mulai dangkal (pernah ikutan mancing disitu), apalagi kuburan keramat itu, udah ditutup pohon semua barangkali.
Tempat permainan yang tak seberapa tapi pernah bikin senang anak tetangga kalau maen ke situ ,sekarang udah jadi galangan kapal.
Kawasan industri Sekupang, kini mulai ditumbuhi ruli..perusahaan tinggal PT.Celcon aja sepertinya
Kantor orang tua yg makin cantik ketika jadi kantor camat Batu Ampar ![]()
Yang tak berubah menurut ku : pohon-pohon besar sepanjang jalan menuju Sekupang, loved that area so keep it ever!!!














